Secara umum Desa Wano merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Japara terletak pada ketinggian ±400 M dari permukaan Laut. Suhu rata-rata harian mencapai 23℃ – 32℃ , Kelembaban Udara Mencapai 32℃ dan Curah Hujan rata-rata 3.000 – 3.200 mm / tahun. Sedangkan Jarak Orbitrasi jarak ke Ibu Kota Kecamatan 2 Km. Jarak ke Ibu Kota Kabupaten 17 Km, Jarak ke Ibu Kota Provinsi 250 Km dan Jarak ke Ibu Kota Negara 350 Km.
Dengan batas-batas wilayah Desa, sebagai berikut :
a. Sebelah Barat : Desa Japara
b. Sebelah Timur : Desa Cengal
c. Sebelah Selatan : Desa Singkup
d. Sebelah Utara : Desa Citapen
Kondisi Sosial Budaya Desa
Kependudukan di Desa Wano umum dari tahun ke tahun selalu menujukan peningkatan walaupun tidak signifikan, sampai dengan akhir tahun ini jumlah penduduk Desa Wano sebanyak 822 Jiwa, yang terdiri dari Laki-laki 406 Jiwa dan Perempuan 416 jiwa, dengan jumlah Kepala Keluarga Sebanyak 270 Kepala Keluarga (KK).
Kondisi kesehatan masyarakat, salah satu kunci keberhasilan pembangunan suatu Desa itu berhasil adalah dibidang kesehatan, jika hal kesehatan masyarakat terjamin dan pemenuhan hak hak dasar manusia dibidang kesehatan terpenuhi, maka pembangunan yang direncanakan dan akan dilaksanakan oleh pemerintah Desa akan berhasil. Dalam hal menunjang kesehatan masyarakat perlu didukung dengan sarana kesehatan yang memadai, dengan 1 (satu) Poskesdes yang didukung oleh Bidan Desa, dirasa sangat tidak maksimal untuk pelayanan kesehatan dengan desa seluas desa Wano, untuk itu pada RPJM Desa tahun 2023 - 2029, menjadi skala prioritas pembangunan fasilitas kesehatan, meskipun tidak menjadi skala Prioritas Desa akan tetapi menjadi skala prioritas yang akan diusulkan dalam musrenbang kecamatan. Dengan 3 (tiga) Posyandu balita dan 1 (satu) Posyandu lansia yang ada di desa Wano untuk bisanya memfasilitasi dan menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan balita yang ada di desa Wano.
Sektor pendidikan adalah hal penting dan menjadi indakator suatu keberhasilan Desa dan bidang pendidikan menjadi tolak ukur tingkat kesejahteraan masyarakat suatu desa. Dengan pendidikan yang tinggi akan mendongkrak tingkat kecakapan seseorang yang dapat mendorong munculnya keterampilan dan kreatifitas untuk menjadi lebih berkembang berwirausaha. Jika itu berhasil akan muncul lapangan lapangan pekerjaan yang baru, sehingga masalah pengangguran akan teratasi dengan sendirinya. Dalam era digitalisasi pada saat ini, maka dengan pendidikan yang baik, masyarakat akan lebih mudah untuk menerima informasi informasi yang menunjang untuk lebih berkreatiftas.
Mata Pencaharian, dengan kondisi sosial yang berbeda antar dusun yang berada di Desa Wano, memungkinkan mata pencaharian yang ada di Desa Wano sangat beragam, dan berdasarkan karakteristik dusun yang berbeda.
Kondisi Ekonomi Desa
Desa Wano mempunyai potensi ekonomi sangat besar, meskipun kondisi ekonomi masyarakat Desa Wano tidaklah sama, secara potensi ekonomi Desa Wano terbagi menjadi 3 wilayah besar, tentunya karena terbagi menjadi 3 wilayah besar potensi ekonomi sangatlah berbeda, sebagian besar bergerak di sektor Pertanian, perkebunan, UMKM dll, untuk wilayah Dusun I mayoritas bertumpu pada sektor Pertanian meskipun ada juga yang bergerak disektor lain seperti industri rumah tangga, untuk wilayah Dusun II yang secara mayoritas pendudunya berada pada sektor pemerintahan, dan bergerak di sektor swasta sehingga sangat diharapkan untuk wilayah Dusun III potensi dari sektor perdagangan, pertokoaan, dari ketiga wilayah ekonomi tersebut sangatlah diharapkan kesemuanya bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Desa Wano dengan naiknya taraf pendapatan penduduk Desa Wano.
Kondisi Infrastruktur Desa
Sejak adanya program Dana Desa pada tahun 2015, Desa Wano bisa membangun desa secara berkesinambungan, secara garis besar semua kebutuhan masyarakat yang bersifat infrastruktur bisa dikatakan terpenuhi, meskipun ada beberapa kegiatan yang belum dilaksanakan itupun dikarenakan bukan menjadi kewengan Desa akan tetapi menjadi bagian kewenangan pemerintah Kabupaten.